Peresmian MTA Gresik

Gresik, 29 Juni 2008

Untuk pertama kalinya di tahun 2008 ini Yayasan Majlis Tafsir Al-Quran (MTA) meresmikan perwakilan dan cabang yang ada di daerah, yaitu MTA perwakilan Gresik sekaligus dengan cabang Menganti pada hari Ahad 29 Juni 2008 bertempat di lapangan Segunting komplek Semen Gresik Jawa Timur.

Lebih dari 6000 orang berdatangan di kota tempat dimakamkannya Sunan Gunung Giri untuk menghadiri pengajian Akbar yang sedianya mendatangkan KH. Ir. Solahuddin Wahiid (Gus Solah), namun karena beliau sakit, maka pengajian akbar hanya diisi oleh KH Hamidan dari MUI Pusat dan Dr. Dr. Zaenal Arifin Adnan, SpPd.

Peresmian perwakilan atau cabang yayasan yang ada di daerah diawali dengan pelantikan dan penyerahan SK pengurus yang diserahkan oleh Ketua Umum MTA Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina dan dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama oleh KH Hamidan.

Dalam arahanya kepada para pengurus yang baru saja dilantik, Al-ustadz menyampaikan pentingnya untuk mempelajari Al-quran, karena umat ini tidak akan menjadi baik kecuali kembali kepada Al-quran. Al-quran adalah kitab yang diturunkan kepada umat manusia ini untuk dipelajari dan diamalkan sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam Al-quran, Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.(QS.38:29)

Kepada seluruh peserta pengajian terutama kepada pengurus, Al-ustadz menyampaikan bahwa kita mempunyai tugas yang mulia untuk mengajak dan menyeru kepada umat Islam untuk kembali kepada tutunan yang sebenarnya yaitu Al-quran dan Sunnah, karena tidak ada orang yang lebih baik kecuali menyeru untuk kembali kepada Allah seperti yang disampaikan Allah dalam AL-quran, Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS.41:33)

Sementara itu Ketua MUI Surakarta yang juga seorang dokter ahli penyakit dalam Dr.dr. Zaenal Arifin Adnan, SpPd memberikan sambutan agar masyarakat paham dengan MTA dan mau menerima dengan terbuka keberadaanya. Dalam sambutan yang sangat akrab dan sesekali dengan ucapannya yang ceplas-cepols yang bisa mengudang tawa bagi yang mendengarkan, beliau katakan, ”Banyak yg menanyakan kepada saya apakah MTA itu bukan aliran sesat ? Saya katakan memang benar bahwa MTA itu bukan aliran sesat, hanya saja memang bagi warga yang sudah ngaji di MTA itu akan lebih mementingkan ngajinya daripada kegiatan lainnya. Kalau umumnya orang lebih baik meninggalkan ngaji untuk pergi jagong tetapi kalau sudah ikut ngaji di MTA maka akan meninggalkan jagong untuk ngaji.”

Pada akhir acara KH Hamidan ketua MUI Pusat menyampaikan selamat atas diresmikannya MTA Perwakilan Gresik dan cabangnya Menganti, juga beliau memberikan apresiasi kepada anggota Satgas MTA yang sangat ramah-ramah.

Dalam kesempatan tersebut ketua MUI memberikan informasi-informasi penting yang saat ini menjadikan resah umat Islam di Indonesia. Beliau katakan bahwa sampai saat ini tidak kurang dari 12 aliran sesat yang sedang ditangani oleh MUI Pusat.

Dalam menyikapi keadaan yang berkembang saat ini MUI menerapkan 2 paradigma yaitu paradigma perbedaan dan paradigma penyimpangan.

Perbedaan memang diperbolehkan karena pandangan faham fiqih (Khilafiah), karena perbedaan tingkat pendidikan, karena ambisi politik, karena pengaruh dari luar dan juga karena keragaman. Tetapi kalau Penyimpangan NO WAY, seperti Ahmadiyah itu bukan karena perbedaan tetapi karena penyimpangan, sebab paling tidak ada 8 penyimpangan yang terdapat pada Ahmadiyah.

Menurut beliau minimal ada 5 penyimpangan yang terdapat pada Ahmadiyah, yaitu

  • Mereka tidak menganggap Nabi Muhammad itu nabi yang terakhir, tetapi masih ada nabi lagi setelahnya.
  • Mirza Gulam Ahmad itu diyakini memang sebagai nabi bagi mereka.
  • Mereka yakin ada wahyu yang turun kepada Mirza Gulam Ahmad, yang ditulis dalam kitab Tadzkirah.
  • Tadzkirah diakui sebagai kitab suci, sebagaimana kitab suci lainnya.
  • Mereka meyakini bahwa yang diluar mereka itu kufir.

Itulah sebagian penyimpangannya, karena itu MUI bukan mengada-ada telah memberikan fatwa tentang sesatnya Ahamdiyah ini, di negara Malaysia, Brunei dan yg lainnya sdh melarangnya.

Pada akhir ceramahnya beliau memberikan dukugan sepenuhnya kepada MTA untuk berkembang di wilayah Jawa Timur ini, ”Saya melihat pertumbuhan MTA ini tidak bisa dibendung, karena telah berada pada the right track yaitu pada Al-quran dan sunnah. Sebagaimana sabda Rasul, Telah aku tinggalkan pada kalian dua hal yang barangsiapa berpegang teguh padanya tidak akan sesat yaitu Al-quran dan sunnah.”

Pada pesan terakhirnya beliau tegaskan, ”Anggota MTA boleh dari NU, Muhammadiyah dan lainnya, karena Al-qurannya sama yang penting jangan bawa – bawa politik, karena itu mari kita dukung keberadannya untuk berkembang di wilayah jawa timur ini.”

Ini saya tambah panduan peta kota Gresik

One Response to “Peresmian MTA Gresik”

  1. erwan Says:

    Assalamu’alaikum saudaraku…….selamat berjuang salam persaudaraan dari solo…….tetap berjuang walau arah kita banyak rintangan…….dengan satu tujuan yakni Alloh SWT. Allohuakbar!!!!!!!!!!!!!

Comments are closed.