Tim Pengacara Muslim

Tim Pengacara Muslim Beberkan Ahmadiyah dan Tragedi Monas

Surakarta, 22 Juni 2008
Untuk kesekian kalinya seorang tokoh yang tidak asing lagi bagi warga MTA bahkan juga bagi rakyat Indonesia ini datang ke pengajian ahad pagi (Jihad Pagi) guna menyampaikan beberapa informasi hangat yang sedang terjadi dengan bangsa ini khususnya bagi umat Islam di Indonesia. Dia adalah Muhammad Mahendra Data dari TPM (Tim Pengacara Muslim) yang disertai dengan tokoh-tokoh lain diantaranya, H. Ahmad Mihdan, SH dari TPM, Mursalim dari FUI (Forum Umat Islam), Prof. Bambang dari UMS, Prof M. SholehYAI dari MUI Surakarta dan masih banyak lagi tokoh lain dari Jakarta maupun dari kota Surakarta.
Pada kesempatan tersebut beliau Mahendra Data memberikan penjelasan tentang duduk perkaranya kenapa Ahmadiyah dipermasalahkan oleh umat Islam.
Alasan para pendukung Ahmadiyah adalah bahwa negara kita ini bukan negara agama, tetapi negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama dan berkeyakinan, tetapi kenapa koq TPM rewel banget menentang kebebasan berkeyakinan dan beragama.
Tetapi menurut Mahendra Data bahwa, jelas di UUD 1945 bahwa negara kita ini berketuhanan YME.
Sebagaimana contoh kasus Pornografi, bahwa orang telanjang boleh saja selama di dalam kamar mandi, tetapi kalau sudah keluar dari kamar mandi atau bahkan jalan-jalan ke Mall dengan telanjang, maka itu menjadi masalah.
Oleh karena itu kenapa kami melawan Ahmadiyah, karena masalah Ahmadiyah itu bukan masalah kebebasan berkeyakinan dan beragama. Kalau dia meyakini tentang ajarannya itu hanya di dalam kamar saja tidak ada masalah, tetapi kalau mulai menyampaikan ajarannya ke luar dari kamar, maka itu menjadi masalah, karena yg diajari adalah orang Islam dan baju yg dipakai adalah baju Islam, padahal kalau Islam meyakini bahwa Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad.
Beberapa bukti penyimpangan ajaran Ahmadiyah yang ditulis di dalam kitab Tadzkirah diantaranya adalah :
* Tadzkirah adalah wahyu suci (hal 43), Gulam Ahmad mengatakan : ”Tuhan mengajak omong dengan saya.”
* Gulam Ahmad sama dengan ketauhiidan dan keesaan Allah (Hal.15),
* Nama Gulam Ahmad itu sempurna sedangkan nama Allah tidak sempurna, ”Wahai Ahmad sempurnalah namamu, sedangkan namaku tidak sempurna.”
* Yang mendustakan Ahmadiyah adalah manusia kotor dan babi-babi.
Selain itu lanjut Mahendra Data menyebutkan bahwa dalam kitab Tadzkirah menyebutkan, ”Yang mendustakan Mirza Gulam Ahmad adalah kafir dan boleh diculik dan dibunuh dengan cara sadis kapan saja dan dimana saja.”
Maka ajaran mereka ini menimbulkan permusuhan, kalau dibiarkan kuat maka berarti sangat membahayakan. Mereka juga sebagai pembohong, karena membohongi negara ini, yaitu mereka merubah AD/ART dengan menyatakan bahwa tujuan Ahmadiyah diantaranya adalah :
* Menghayati dan Mengamalkan Pancasila dan UUD 45.
* JAI bertujuan mengembangkan agama Islam yaitu ajaran Muhammad berdasarkan Qur’an dan hadits.
Kalau dilihat dari tujuannya memang tidak ada yang salah, tetapi dalam AD/ART sendiri tentang keanggotaan menyebutkan bahwa, ”Anggota JAI adalah pria dan wanita yang beriman yang janji setia atau baiat bahwa ajaran Mirza Gulam Ahmad AS adalah benar, dan yg berbaiat pula kepada para khalifahnya.”
Kata Mahendra, ”Inilah letak kebohongan Ahmadiyah, pola ini adalah pola penyelundupan hukum, pola inilah semakin meyakinkan saya bahwa Ahmadiyah tidak hanya sesat tapi sangat membahayakan, karena itu akan kami lawan secara hukum.”
Dalam kesempatan berikutnya H. Ahmad Mihdan, SH memaparkan tentang kejadian Monas, beliau sampaikan agar kita jangan terpengaruh dengan media-media yang sekarang ini memberitakan tentang kejadian monas. Berawal dari iklan ajakan AKKBB (Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan untuk Beragama dan Berkeyakinan) untuk mengadakan kegiatan memperingati lahirnya Pancasila dan 100 tahun kebangkitan nasional pada tanggal 1 Juni 2008.
Sebelumnya sudah ditentang dari umat Islam di Jabotabek yang tergabung dalam FUI (Forum Umat Islam) yang terdiri dari 78 ormas Islam, karena sebetulnya pada saat yang sama akan dilakukan demo untuk menentang kenaikan BBM.
Karena itu FUI mengajukan keberatan kepada Polisi agar acara AKKBB itu tidak dilaksanakan, sementara dari pihak polisi menyatakan bahwa AKKBB memang belum mengajukan surat pemberitahuan, tetapi secara mendadak mengajukan surat pemberitahuan dan rute yang diajukan adalah bukan di monas, tetapi dari merdeka selatan menuju bunderan HI.
Berdasarkan informasi itulah, maka dibentuklah Laskar Umat Islam yang dikomandoi oleh Munarman yang anggotanya terdiri dari beberapa laskar ormas Islam yang bertugas untuk pengamanan demo kenaikan BBM yang diadakan oleh FUI agar tidak disusupi oleh pihak lain.
Ketika mereka AKKBB melihat Laskas Islam, jemaat Ahmadiyah merasa takut tetapi oleh mubaligh mereka mencegah agar jangat takut kepada Laskar Islam karena mereka itu laskar-laskar setan dan laskar-laskar kafir, yang akhirnya terjadi berhadap-hadapan antara masa AKKBB dengan laskar Islam, namun mereka tetap mengatakan laskar setan dan laskar kafir, maka terjadilah bentrok dan kejadiannya memang sangat singkat.
Dengan demikian kejadi ini memang tidak berdiri sediri, karena ada provokasi-provokasi, mereka mengajukan lokasi bukan di monas tapi masuk di monas dan yang lebih parah lagi adalah mereka membawa senjata api yang diacung-acungkan, bahkan sempat diletuskan, hal ini pelanggarannya jauh lebih berat..
Pada kesempatan itu selanjutnya Mursalim sebagai Ketua Kaderisasi FUI memberikan pemaparan bahwa, insiden monas seolah-olah bentrok yg besar, sehingga presiden sampai muncul di TV menyatakan bahwa insiden ini adalah insiden besar dan instruksikan agar diusut dengan tuntas dan dihukum seberat-beratnya, bahkan korban yang hanya beberapa glintir itu langsung dijenguk oleh konjen AS di Rumah Sakit dan bahkan PBB menyatakan sebagai Insiden international.
Sementara bentrok-bentrok yang akhir-akhir ini terjadi dengan korban harta dan jiwa yang sangat besar yaitu PILKADA, dan bentrok yang lainnya yg membawa korban yang besar tidak dianggap sebesar bentrok monas yang sebenarnya bentrok monas ini bagaikan bentrok pelajar SMA saja.
Oleh Polisi AKKBB sudah dilarang untuk demo di silang monas karena di sana ada FUI yang sedang demo kenaikan BBM.
AKKBB juga sengaja memberikan fasilitas berubah BUS untuk jamaat Ahmadiyah dari Cirebon, karena sebetulnya mereka AKKBB tidak mempunyai masa.
Selanjutnya Umat Islam harus bersatu untuk meminta Presiden mengeluarkan Kepres untuk membubarkan Ahmadiyah yang ada di Indonesia, karena tinggal yang di Indonesia saja yang masih ada sementara di negara-negara lain sudah dilarang.